Pages

Kamis, 13 September 2012

Kantung plastik Organik


     Saat ini siapa yang tak mengenal kantung plastik. Barang yang satu ini sudah tidak asing di dalam aktifitas masyarakat kita. Banyak manfaat yang di milikinya membuat dia sangat digemari masyarakat dalam aktifitas membawa barang sehari-hari. Tapi kita lupa kelemahan dari kantung plastik itu adalah butuh waktu lama untuk terurai secara alami.
    Namun kini kemajuan jaman dan  teknologi dalam pengolahan dan penbuatan plastik berhasil menghasilkan sebuah kantung plastik organik. Kantung plastik yang lebih ramah dan aman bagi lingkungan. Meskii begitu masih banyak orang yang tidak mau mengganti penggunaan kantung plastik mereka dari biasa menjadi organik yang lebih ramah lingkungan. Harga kantung plastik yang lebih mahal membuat mereka tidak mau beralih ke kantung plastik organik. Pengambilan pilihan untuk keuntungan dalam biaya tapi tak memikirkan akibat jangka panjangnya membuat lingkungan kita semakin rusak.
        Janganlah kita mengorbankan lingkungan kita. Mari kita bersama merubah kebiasaan kita dengan menggunakan kantung plastik organik utuk lingkungan yang lebih baik bagi anak cucu kita nanti !!!!!

(kritikan dan saran di tunggu untuk lebih baik) 

Selasa, 11 September 2012

Bahaya Satu Kantung Sampah



       Lihatlah sungai kita. Kini banyak sampah yang menggenang dan memenuhi sungai. Semua di akibatkan oleh aktifitras kita yang membuang sampah sembarangan.  Kita hanya membuang sedikit sampah setiap hari. Sehari mungkin kita hanya membuang satu kantung berisikan sampah kesungai. Tapi bila kita renungkan dengan seksama pada satu rumah saja. Jika sebuah rumah sehari membuang satu kantung sampah maka sebulan sudah membuang tiga puluh kantong sampah ke sungai dan setahun sudah tiga ratus enam puluh lima kantung sampah. Bila sampah oraganik akan terurai tapi pada sampah non organik seperti plastik perlu waktu seribu tahun. Berarti selama menunggu selama seribu tahun itu kita sudah menabung sampah tiga ratus enam puluh lima ribu kantung sampah. Itu hanya sumbangan sampah dari satu rumah.

“Bagaimana jika ada dua ratus rumah di tepi sungai ?. “
     Jika ada dua ratus rumah di tepi sungai yang membuang sampah kesungai maka telah terisi dua ratus kantung sampah sehari di sungai. Kita melakukannya mungkin karena kita tidak mau repot membuang sampah ke tempat sampah. Kala musim kemarau mingki tak terasa akibatnya. Tapi, saat musim hujan kita baru rasakan akibatnya. Sungai-sungai menjadi meluap mengakibatkan banjir dan membuat penyakit menyebar dan menyerang keluarga kita. Saat bencana banjir melanda keluarga kita, kita menyalahkan pemerintah yang tidak mampu mengurus lingkungan sehingga terjadi banjir. Kita tak pernah mengitorpaksi diri kita sendiri, mengapa bencana ini terjadi. Kita lebih suka menyalahkan orang lain. Jika ini kita lakukan terus menerus maka hal ini tak akan pernah berakhir.

                Mari kita mengintrospeksi diri kita sendiri jangan menyalahkan orang lain. Bila kita melakukan perubahan dari diri kita sendiri maka kita dapat merubah lingkungan kita.