![]() |
Lihatlah sungai kita. Kini banyak
sampah yang menggenang dan memenuhi sungai. Semua di akibatkan oleh aktifitras
kita yang membuang sampah sembarangan. Kita
hanya membuang sedikit sampah setiap hari. Sehari mungkin kita hanya membuang
satu kantung berisikan sampah kesungai. Tapi bila kita renungkan dengan seksama
pada satu rumah saja. Jika sebuah rumah sehari membuang satu kantung sampah
maka sebulan sudah membuang tiga puluh kantong sampah ke sungai dan setahun
sudah tiga ratus enam puluh lima kantung sampah. Bila sampah oraganik akan
terurai tapi pada sampah non organik seperti plastik perlu waktu seribu tahun. Berarti
selama menunggu selama seribu tahun itu kita sudah menabung sampah tiga ratus
enam puluh lima ribu kantung sampah. Itu hanya sumbangan sampah dari satu
rumah.
“Bagaimana jika ada dua ratus rumah
di tepi sungai ?. “
Jika
ada dua ratus rumah di tepi sungai yang membuang sampah kesungai maka telah
terisi dua ratus kantung sampah sehari di sungai. Kita melakukannya mungkin
karena kita tidak mau repot membuang sampah ke tempat sampah. Kala musim
kemarau mingki tak terasa akibatnya. Tapi, saat musim hujan kita baru rasakan
akibatnya. Sungai-sungai menjadi meluap mengakibatkan banjir dan membuat penyakit
menyebar dan menyerang keluarga kita. Saat bencana banjir melanda keluarga
kita, kita menyalahkan pemerintah yang tidak mampu mengurus lingkungan sehingga
terjadi banjir. Kita tak pernah mengitorpaksi diri kita sendiri, mengapa
bencana ini terjadi. Kita lebih suka menyalahkan orang lain. Jika ini kita
lakukan terus menerus maka hal ini tak akan pernah berakhir.

0 komentar:
Posting Komentar